ACEH – PT Hutama Karya membuka secara fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Ruas tol sepanjang 74,2 kilometer ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di Provinsi Aceh.
Saat ini, ruas tol tersebut telah beroperasi pada Seksi 2 hingga Seksi 6, yaitu Seksi 2 (Seulimeum–Jantho) sepanjang 6 kilometer, Seksi 3 (Jantho–Indrapuri) sepanjang 16 kilometer, Seksi 4 (Indrapuri–Blang Bintang) sepanjang 14 kilometer, Seksi 5 (Blang Bintang–Kuto Baro) sepanjang 8 kilometer, serta Seksi 6 (Kuto Baro–Baitussalam) sepanjang 5 kilometer. Total panjang ruas yang telah melayani masyarakat mencapai 49 kilometer.
Sementara itu, ruas yang dibuka secara fungsional adalah Seksi 1, yakni dari IC Padang Tiji (STA 01+725) hingga STA 25+680 dengan panjang 23,955 kilometer. Jalur fungsional ini dibuka untuk dua jalur kendaraan (jalur A dan B) dengan dua arah lalu lintas, yakni Padang Tiji–Seulimeum dan sebaliknya.
Seksi 1 sebelumnya juga telah dibuka secara fungsional sejak 7 Desember 2025 untuk membantu akses bantuan di Aceh sekaligus mendukung kelancaran periode Natal dan Tahun Baru. Hingga saat ini, jalur tersebut terus dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, termasuk dalam penanganan bencana alam di wilayah Aceh Tamiang.
Secara operasional, Seksi 2 hingga Seksi 6 (Seulimeum–Baitussalam) tetap beroperasi secara bertarif. Sementara itu, jalur fungsional Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) telah terintegrasi melalui Interchange Seulimeum. Pengguna jalan yang melanjutkan perjalanan menuju Padang Tiji maupun sebaliknya wajib melakukan transaksi di Gerbang Tol Padang Tiji.
Sebagai bagian dari tahapan menuju pengoperasian penuh, pada Seksi 1 juga telah dilaksanakan Pra Uji Laik Fungsi (Pra-ULF) guna memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan memenuhi standar yang ditetapkan sehingga proses penyelesaiannya dapat segera direalisasikan.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama masa fungsional, Hutama Karya telah menyiapkan kelengkapan rambu lalu lintas, marka jalan, delineator, serta perlengkapan keselamatan lainnya. Sejumlah kendaraan operasional juga disiagakan, antara lain ambulans, derek 10 ton, derek towing, derek 25 ton, kendaraan rescue, kendaraan patroli, serta kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), termasuk kesiapan personel di lapangan.
Pelaksana Harian Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pembukaan fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Lebaran sekaligus memastikan distribusi logistik, termasuk bantuan bencana di Aceh Tamiang, dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Ia menambahkan, dengan terintegrasinya seluruh seksi yang telah beroperasi dan jalur fungsional tersebut, waktu tempuh dari Sigli menuju Banda Aceh dapat dipersingkat dari sekitar satu jam melalui jalan nasional menjadi sekitar 30 menit melalui jalan tol. Pihaknya juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Pembukaan jalur fungsional ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh dalam meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.