Soppeng - Program “perang terhadap sampah” yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah (ASRI) tampaknya belum sepenuhnya berjalan di lapangan.
Di Pasar Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa wilayah Kabupaten Soppeng, sejumlah pedagang ayam potong terpantau masih mengabaikan kebersihan lingkungan. Limbah air bekas pemotongan ayam dibiarkan mengalir dan menggenang di sekitar lapak tanpa pengelolaan yang layak.
Pantauan awak media pada Sabtu, 13 Maret 2026, menunjukkan kondisi area penjualan ayam potong terlihat kotor dan menimbulkan bau tidak sedap. limbah darah bercampur sisa kotoran ayam tampak mengalir di jalanan pasar akses transfortasi sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung dan arus lalin pasar sebelah selatan dan berpotensi menimbulkan masalah bau dan bakteri pada akhirnya kesehatan.
Kondisi ini dinilai sangat bertolak belakang dengan imbauan pemerintah yang terus menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari disiplin dan kualitas hidup masyarakat.
Ironisnya, persoalan kebersihan di pasar tradisional tersebut bukan hal baru. Minimnya pengawasan membuat sebagian pedagang seolah menganggap masalah kebersihan sebagai hal sepele, padahal pasar merupakan ruang publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat.
Karena itu, masyarakat berharap instansi terkait segera bertindak tegas. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, pemerintah kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga pihak kelurahan diminta turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembinaan sekaligus penertiban.
Jika tidak ada langkah nyata, kondisi pasar yang kotor dan dipenuhi limbah dikhawatirkan akan terus terjadi. Program kebersihan yang digaungkan pemerintah pun hanya akan menjadi slogan tanpa perubahan nyata di lapangan.(A.M)