HPN 2026, Zulkifli Thahir: Pers Harus Bersatu, Profesional, dan Tolak Intimidasi


Makassar — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penegasan sikap insan pers di Sulawesi Selatan. Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel, Zulkifli Thahir, SE, M.AP, menegaskan pentingnya persatuan organisasi pers, profesionalisme wartawan, serta penolakan terhadap segala bentuk intimidasi dan diskriminasi terhadap media.

Zulkifli menyatakan banyaknya organisasi pers seharusnya menjadi kekuatan untuk memperkuat demokrasi, bukan saling melemahkan.

“Tidak boleh ada saling menjatuhkan atau merasa paling berhak. Tidak ada kelas dalam profesi wartawan. Kita semua berdiri di atas marwah yang sama: menjaga kemerdekaan pers,” tegasnya.
Ia menilai perpecahan antarorganisasi justru membuka ruang intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis. Karena itu, solidaritas dan kolaborasi harus dikedepankan.

Selain persatuan, Zulkifli juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalisme kerja jurnalistik. Menurutnya, profesi wartawan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan sesaat atau pemberitaan pesanan.

“Praktik intimidatif dan pemberitaan by order yang mengabaikan Kode Etik Jurnalistik justru merusak marwah profesi dan merugikan wartawan sendiri,” ujarnya.
Ia mengingatkan, ketidakprofesionalan berpotensi menimbulkan persoalan hukum, menurunkan kredibilitas media, serta menggerus kepercayaan publik.
Zulkifli juga menyoroti sikap pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya terbuka terhadap kritik pers. Ia menegaskan pers adalah mitra strategis pemerintah, bukan musuh.

“Tidak boleh ada diskriminasi terhadap media, termasuk dalam kerja sama publikasi. Selama memenuhi regulasi dan bekerja profesional, semua media harus diperlakukan sama,” katanya.

Menutup pernyataannya, Zulkifli mengajak insan pers untuk kembali pada jati diri profesi yang independen, kritis, dan beretika.

“Jika pers bersatu dan profesional, kemerdekaan pers akan terjaga dan kesejahteraan wartawan bisa meningkat. Itulah makna sejati Hari Pers Nasional,” pungkasnya. (*)
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak